Rabu, 30 Juni 2021

Manajemen sekolah

 

MBS adalah salah satu basis manajemen pengelolaan sekolah yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan bersama secara partisipasi dasi semua warga sekolah dan masyarakat di sekitarnya dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan mutu pendidikan. Model manajemen demikian ditujukan untuk memberikan kemandirian kepada sekolah serta meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan kebijakan pendidikan Nasional.

Istilah MBS seringkali didengar dari perbincangan orang-orang di sekitar kita, namun masih banyak orang yang belum memahami istilah tersebut. Para pakan pendidikan telah banyak memberikan kajian dan ulasan terhadap istilah tersebut. Slamet PH, (2000), mengemukakan bahwa istilah MBS berasal dari tiga kata yaitu manajemen, berbasis, dan sekolah, Manajemen adalah pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya melalui sejumlah input manajeten untuk mencapai tujuan atau untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Berbasis berarti" berdasarkan pada" atau "berfokuskan pada".

Sekolah adalah suatu organisasi terbawah dalam jajaran Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang bertugas memberikan bekal kemampuan dasar" kepada peserta didik atas dasar ketentuan-ketentuan yang bersifat legalistik dan profesionalistik. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa "manajemen berbasis sekolah" adalah pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya yang dilakukan secara otonomis oleh sekolah melalui sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan sekolah dalam bingkai pendidikan nasional, dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan (partisipatif)

Melalui MBS, setiap satuan pendidikan dapat menentukan kebijakan sendiri untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan dengan mengakomodasi keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerjasama yang erat antara sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik. Pendeka- tan manajemen ini, merupakan satu sistem pengelolaan yang luas dalam berbagai aspek.

 

MBS bertujuan untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pembernian kewenangan (otonomi) kepada sekolah untuk mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. MBS bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama di daerah, karena sekolah dan masyarakat tidak perlu menunggu perintah dari pusat, tetapi dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan kondisi dacrah dar melaksanakan visi pendidikan secara mandiri. Tujuan utama MBS adalah untuk meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi diperoleh melalui keleluasaan mengclola sumber daya yang ada, pastisipasi masyasakat dass penyedertasaan birokrasi. Peningkatan mutu diperoleh melalui partisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningkatan profesionalisme guru, adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol, senta hal lain yang dapat memumbuh kembasgkas suasana yang kondusif.

Hal ini ditegaskan oleh Supriono dan Sapari bahwa tujuan penerapan MBS adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaun serta mutu dan relevansi pendidikan di sekolah. Selanjutnya Nurkolis menyatakan bahwa tujuan penerapan MBS adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum baik menyangkut kualitas pembelajaran, kualitas kurikulum, kualitas sumben daya manusia baik guru maupun tenaga kependidikan lainnya, dan kualitas pelayassan pendidikan secara urtum. Sedangkan Slamet PH menyatakan tujuan manajemen berbasis sekolah adalah untuk memberdayakan sekolah terutama sumber daya manusianya (kepala sekolah, guru, karyawan, orangtua siswa, dan masyarakat sekitar) melalui pemberian kewenangan. fleksibititas, dan sumber daya lain untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan. Nanang Fattah lebih menekankan pada partisipasi masyarakat dengan menyatakan MRS bertujuan agar otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat atau pemangku kepentingan mempunyai model-model keterlibatan yang tinggi (high involment models). dimana model ini adalah memberikan kerangka dasar bahwa seiap unsu akan dapat berperan dalam meningkatkan mutu, efisiensi dan pemerataan kesempatan pendidikan.

Myers dan Stonchill menyatakan tujuan penerapan MBS ini memberikan keuntungan,

1. memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang dapat memperbaiki pelajaran,

2. memberikan kesempatan kepada seluruh komunitas sekolah dalam mengambil keputusan utama

3. memfokuskan pada tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambil,

4. mengarahkan pada kreativitas dalam merancang program,

5. mengarahkan kembali sumber-sumber daya guna mendukung pencapaian tujuan yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah,

6. mengarahkan pada anggaran yang nyata agar para orang tua dan guru menyadari status keuangan sekolah, bafas-batas pengelsarass das biaya dari program-program itu, dan

7. meningkatkan moralitas guru dan memelihara munculnya pemimpin baru.

Maksudnya tujuan MBS adalah untuk memahami secara lebih baik bagaimana pemerintahan yang telah didesentralisasikan dan tata kerja manajemen dapat mendukung pendekatan baru tenutama terhadap pengajaran dan pembelajaran bidang matematika, sains dan studi sosial, untuk menghasilkan prestasi sckolah yang tinggi. Dari beberapa tujuan yang dikemukakan tersebut, pada dasamya tujuan MBS bemmuara pada lima hal. yakni:

1, meningkatkan mutu pendidikan dalam mengelola dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakant sumber daya yang tersedia,meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalan penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan.

2. meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan.

3. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orangtua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolah,

 

4.Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan, dan Memberdayakan potensi sekolah yang ada.

 

 

 

Memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang dapat memperbaiki pelajaran. memberikan kesempatan kepada seluruh komunitas sekolah dalam mengambil keputusan utama. memfokuskan pada tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambil, mengarahkan pada kreativitas dalam merancang program, mengarahkan kembali sumber-sumber daya guna mendukung pencapaian tujuan yang dikembangkan oleh masing-masing sekolah, mengarahkan pada anggaran yang nyata agar para orang tua dan guru menyadari status keuangan sekolah, batas-batas pengeluaran dan biaya dari program-program itu, dan meningkatkan moralitas guru dan memelihara munculnya pemimpin baru.

Kemudian University of Southem Califomia menyatakan tujuan MBS is to

Better understand how decentralized governunce and management mechanisms can support new approach to teaching and learning particularhy in the areas of mathematics, science, and social studies, to produce high performance schools.

Maksudnya tujuan MBS adalah untuk memahami secara lebih baik bagaimana pemerintahan yang telah didesentralisasikan dan tata kerja manajemen dapat mendukung pendekatan baru terutama terhadap pengajaran dan pembelajaran, bidang matematika, sains dan studi sosial, untuk menghasilkan prestasi sekolahbYang tinggi (Ibrohim, 2018). Menurut Sagala (2011) menjelaskan bahwa tujuan diterapkannya MBS adalah untuk

1. meningkatkan efesiensi penggunaan sumber daya dan penugasan staf,

2. meningkatnya profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di sekolah,

3. munculnya gagasan baru dalam implementasi kurikulum, penggunaan teknologi pembelajaran dan pemanfaatan sumbersumber belajar, dan

meningkatnya mutu partisipasi masyarakat dan stakeholder. Oleh karena itu, MBS perlu diterapkan olch setiap sekolah, karena sekolah lebih memahami hubungan-hubungan yang terdapat di lingkungan sekolah.

Menurut Engkoswara dan Komariah (2011), tujuan manajemen berbasis

sekolah antara lain:

1. meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia,meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui Pengambilan keputusan secara kooperatif meningkatkan tanggungiawab sekolah kepada orang tua, masyarakat. dan pemerintah tentang mutu pendidikan di sekolah, dan meningkatkan kompetisi yang sehat antara sekolah untuk pencapaian mutu yang diharapkan.

Dari uraian di atas dapatlah dipahami bahwa tujuan MBS antara lain sekolah akan lebih berinisiatif/kreatif dalam mengadakan dan memanfaatkan sumber daya sekolah, sekolah akan mengetahui kekuatan, kelemahan. peluang dan ancaman, sekolah akan bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan kepada pemerintah, orang tua peserta didik, dan masyarakat, dan sekolah dapat melakukan persaingan yang schat dengan sckolah lainnya untuk meningkatkanl mutu pendidikan.

 

Sekolah yang ingin sukses dalam pelaksanaan program MBS, harus memahami karakteristik MBS secara profesional dan bersifat komprehensif. Dalam menguraikan karakteristik MBS, pendekatan sistem yaitu input. proses,dan output digunakan untuk memandunya (Aminah, AR and Usman, 2015).

Tujuan pelaksanaan MBS adalah untuk memberdayakan sckolah, terutama sumber daya manusianya (kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua, dan masyarakat sekitarnya), melalui pemberian kewenangan, fleksibilitas, dan sumber daya lain untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.

Ciri-ciri sekolah yang “berdaya” adalah:

1.Tingkat kemandirian tinggi

2.Tingkat ketergantungan rendah

3.Bersifat adaptif, antisipatif dan proaktif

4.Memiliki jiwa kewirausahaan tinggi

5.Bertanggungjawab terhadap hasil sekolah

6.Memiliki kontrol yang kuat terhadap input manajemen dan sumber dayanya

7. Kontrol terhadap kondisi kerja

8. Komitmen yang tinggi pada dirinya

9. Dinilai oleh pencapaian prestasinya.

Selanjutnya, cini-ciri sumber daya manusia (SDM) sekolah yang berdaya

Antara lain:

 

1.Pekerjaan adalah miliknya

 

2.Dia bertanggungjawab

 

3.Dia memiliki suara bagaimana sesuatu dikerjakan

 

4.Pekerjaannya memiliki kontribusi

 

5.Dia tahu posisinya dimana

 

6.Dia memiliki kontrol terhadap pekerjaannya

 

7.Pekerjaannya merupakan bagian hidupnya

Tujuan utama MBS adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya MBS, sekolah dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pusat/atas. Mereka dapat mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan melaksanakan visi tersebut secara mandiri (Hamid. 2018).

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar