MBS adalah salah satu basis manajemen pengelolaan
sekolah yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong
pengambilan keputusan bersama secara partisipasi dasi semua warga sekolah dan
masyarakat di sekitarnya dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan mutu
pendidikan. Model manajemen demikian ditujukan untuk memberikan kemandirian
kepada sekolah serta meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan kebijakan
pendidikan Nasional.
Istilah MBS seringkali didengar dari perbincangan
orang-orang di sekitar kita, namun masih banyak orang yang belum memahami
istilah tersebut. Para pakan pendidikan telah banyak memberikan kajian dan
ulasan terhadap istilah tersebut. Slamet PH, (2000), mengemukakan bahwa istilah
MBS berasal dari tiga kata yaitu manajemen, berbasis, dan sekolah, Manajemen
adalah pengkoordinasian dan penyerasian sumber daya melalui sejumlah input
manajeten untuk mencapai tujuan atau untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Berbasis
berarti" berdasarkan pada" atau "berfokuskan pada".
Sekolah adalah suatu organisasi terbawah dalam jajaran
Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang bertugas memberikan bekal
kemampuan dasar" kepada peserta didik atas dasar ketentuan-ketentuan yang bersifat
legalistik dan profesionalistik. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan
bahwa "manajemen berbasis sekolah" adalah pengkoordinasian dan
penyerasian sumber daya yang dilakukan secara otonomis oleh sekolah melalui
sejumlah input manajemen untuk mencapai tujuan sekolah dalam bingkai pendidikan
nasional, dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan
sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan (partisipatif)
Melalui MBS, setiap satuan pendidikan dapat menentukan
kebijakan sendiri untuk meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan dengan mengakomodasi
keinginan masyarakat setempat serta menjalin kerjasama yang erat antara
sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam membentuk pribadi peserta didik. Pendeka-
tan manajemen ini, merupakan satu sistem pengelolaan yang luas dalam berbagai
aspek.
MBS bertujuan untuk memandirikan atau memberdayakan
sekolah melalui pembernian kewenangan (otonomi) kepada sekolah untuk mendorong
sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. MBS
bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan terutama di daerah, karena
sekolah dan masyarakat tidak perlu menunggu perintah dari pusat, tetapi dapat
mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan kondisi dacrah dar
melaksanakan visi pendidikan secara mandiri. Tujuan utama MBS adalah untuk
meningkatkan efisiensi, mutu dan pemerataan pendidikan. Peningkatan efisiensi
diperoleh melalui keleluasaan mengclola sumber daya yang ada, pastisipasi
masyasakat dass penyedertasaan birokrasi. Peningkatan mutu diperoleh melalui
partisipasi orang tua, kelenturan pengelolaan sekolah, peningkatan
profesionalisme guru, adanya hadiah dan hukuman sebagai kontrol, senta hal lain
yang dapat memumbuh kembasgkas suasana yang kondusif.
Hal ini ditegaskan oleh Supriono dan Sapari bahwa
tujuan penerapan MBS adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaun serta mutu
dan relevansi pendidikan di sekolah. Selanjutnya Nurkolis menyatakan bahwa
tujuan penerapan MBS adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara umum
baik menyangkut kualitas pembelajaran, kualitas kurikulum, kualitas sumben daya
manusia baik guru maupun tenaga kependidikan lainnya, dan kualitas pelayassan
pendidikan secara urtum. Sedangkan Slamet PH menyatakan tujuan manajemen
berbasis sekolah adalah untuk memberdayakan sekolah terutama sumber daya
manusianya (kepala sekolah, guru, karyawan, orangtua siswa, dan masyarakat
sekitar) melalui pemberian kewenangan. fleksibititas, dan sumber daya lain
untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan. Nanang
Fattah lebih menekankan pada partisipasi masyarakat dengan menyatakan MRS bertujuan
agar otonomi sekolah dan partisipasi masyarakat atau pemangku kepentingan mempunyai
model-model keterlibatan yang tinggi (high involment models). dimana model ini
adalah memberikan kerangka dasar bahwa seiap unsu akan dapat berperan dalam
meningkatkan mutu, efisiensi dan pemerataan kesempatan pendidikan.
Myers dan Stonchill menyatakan tujuan penerapan MBS
ini memberikan keuntungan,
1.
memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan
yang dapat memperbaiki pelajaran,
2.
memberikan kesempatan kepada seluruh komunitas sekolah dalam mengambil
keputusan utama
3.
memfokuskan pada tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang diambil,
4.
mengarahkan pada kreativitas dalam merancang program,
5.
mengarahkan kembali sumber-sumber daya guna mendukung pencapaian tujuan yang
dikembangkan oleh masing-masing sekolah,
6.
mengarahkan pada anggaran yang nyata agar para orang tua dan guru menyadari
status keuangan sekolah, bafas-batas pengelsarass das biaya dari
program-program itu, dan
7.
meningkatkan moralitas guru dan memelihara munculnya pemimpin baru.
Maksudnya tujuan MBS adalah untuk memahami secara
lebih baik bagaimana pemerintahan yang telah didesentralisasikan dan tata kerja
manajemen dapat mendukung pendekatan baru tenutama terhadap pengajaran dan
pembelajaran bidang matematika, sains dan studi sosial, untuk menghasilkan
prestasi sckolah yang tinggi. Dari beberapa tujuan yang dikemukakan tersebut,
pada dasamya tujuan MBS bemmuara pada lima hal. yakni:
1,
meningkatkan mutu pendidikan dalam mengelola dan inisiatif sekolah dalam
mengelola dan memberdayakant sumber daya yang tersedia,meningkatkan kepedulian
warga sekolah dan masyarakat dalan penyelenggaraan pendidikan melalui
pengambilan keputusan.
2.
meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan
pendidikan melalui pengambilan keputusan.
3.
Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orangtua, masyarakat, dan pemerintah
tentang mutu sekolah,
4.Meningkatkan
kompetisi yang sehat antar sekolah untuk pencapaian mutu pendidikan yang
diharapkan, dan Memberdayakan potensi sekolah yang ada.
Memungkinkan
orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang dapat
memperbaiki pelajaran. memberikan kesempatan kepada seluruh komunitas sekolah
dalam mengambil keputusan utama. memfokuskan pada tanggung jawab atas keputusan-keputusan
yang diambil, mengarahkan pada kreativitas dalam merancang program, mengarahkan
kembali sumber-sumber daya guna mendukung pencapaian tujuan yang dikembangkan
oleh masing-masing sekolah, mengarahkan pada anggaran yang nyata agar para orang
tua dan guru menyadari status keuangan sekolah, batas-batas pengeluaran dan
biaya dari program-program itu, dan meningkatkan moralitas guru dan memelihara
munculnya pemimpin baru.
Kemudian
University of Southem Califomia menyatakan tujuan MBS is to
Better
understand how decentralized governunce and management mechanisms can support
new approach to teaching and learning particularhy in the areas of mathematics,
science, and social studies, to produce high performance schools.
Maksudnya
tujuan MBS adalah untuk memahami secara lebih baik bagaimana pemerintahan yang
telah didesentralisasikan dan tata kerja manajemen dapat mendukung pendekatan
baru terutama terhadap pengajaran dan pembelajaran, bidang matematika, sains
dan studi sosial, untuk menghasilkan prestasi sekolahbYang tinggi (Ibrohim,
2018). Menurut Sagala (2011) menjelaskan bahwa tujuan diterapkannya MBS adalah untuk
1.
meningkatkan efesiensi penggunaan sumber daya dan penugasan staf,
2.
meningkatnya profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di sekolah,
3.
munculnya gagasan baru dalam implementasi kurikulum, penggunaan teknologi
pembelajaran dan pemanfaatan sumbersumber belajar, dan
meningkatnya
mutu partisipasi masyarakat dan stakeholder. Oleh karena itu, MBS perlu
diterapkan olch setiap sekolah, karena sekolah lebih memahami hubungan-hubungan
yang terdapat di lingkungan sekolah.
Menurut
Engkoswara dan Komariah (2011), tujuan manajemen berbasis
sekolah
antara lain:
1.
meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam
mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia,meningkatkan kepedulian
warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui
Pengambilan keputusan secara kooperatif meningkatkan tanggungiawab sekolah
kepada orang tua, masyarakat. dan pemerintah tentang mutu pendidikan di
sekolah, dan meningkatkan kompetisi yang sehat antara sekolah untuk pencapaian
mutu yang diharapkan.
Dari
uraian di atas dapatlah dipahami bahwa tujuan MBS antara lain sekolah akan
lebih berinisiatif/kreatif dalam mengadakan dan memanfaatkan sumber daya
sekolah, sekolah akan mengetahui kekuatan, kelemahan. peluang dan ancaman,
sekolah akan bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan kepada pemerintah,
orang tua peserta didik, dan masyarakat, dan sekolah dapat melakukan persaingan
yang schat dengan sckolah lainnya untuk meningkatkanl mutu pendidikan.
Sekolah
yang ingin sukses dalam pelaksanaan program MBS, harus memahami karakteristik
MBS secara profesional dan bersifat komprehensif. Dalam menguraikan
karakteristik MBS, pendekatan sistem yaitu input. proses,dan output digunakan
untuk memandunya (Aminah, AR and Usman, 2015).
Tujuan
pelaksanaan MBS adalah untuk memberdayakan sckolah, terutama sumber daya
manusianya (kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua, dan masyarakat
sekitarnya), melalui pemberian kewenangan, fleksibilitas, dan sumber daya lain
untuk memecahkan persoalan yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.
Ciri-ciri
sekolah yang “berdaya” adalah:
1.Tingkat
kemandirian tinggi
2.Tingkat
ketergantungan rendah
3.Bersifat
adaptif, antisipatif dan proaktif
4.Memiliki
jiwa kewirausahaan tinggi
5.Bertanggungjawab
terhadap hasil sekolah
6.Memiliki
kontrol yang kuat terhadap input manajemen dan sumber dayanya
7.
Kontrol terhadap kondisi kerja
8.
Komitmen yang tinggi pada dirinya
9.
Dinilai oleh pencapaian prestasinya.
Selanjutnya,
cini-ciri sumber daya manusia (SDM) sekolah yang berdaya
Antara
lain:
1.Pekerjaan
adalah miliknya
2.Dia
bertanggungjawab
3.Dia
memiliki suara bagaimana sesuatu dikerjakan
4.Pekerjaannya
memiliki kontribusi
5.Dia
tahu posisinya dimana
6.Dia
memiliki kontrol terhadap pekerjaannya
7.Pekerjaannya
merupakan bagian hidupnya
Tujuan
utama MBS adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan adanya MBS, sekolah
dan masyarakat tidak perlu lagi menunggu perintah dari pusat/atas. Mereka dapat
mengembangkan suatu visi pendidikan yang sesuai dengan keadaan setempat dan
melaksanakan visi tersebut secara mandiri (Hamid. 2018).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar