Selasa, 15 Juni 2021

Media Pembelajaran

 Nama : Deny Rahmawati

Nim :11901112

Kelas : PAI/4c

Makul : Magang 1

Materi : Media Pembelajaran

Media Pembelajaran

Media adalah kompónen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. Adapun media pendidikan adalah medie yang membawa pesan-pesan atau Informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud pendidikan, misalnya dalam pembelajaran. Dengan kata lain, media penaidikan adalah alat yang dimanfaatkan untuk penyelenggaraan dan proses pembelajaran. Media pembelajaran dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, serta membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.

Menurut para pakar, media pendidikan meliputí alat yang secara fisik digunakan untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan. Sebagai alat yang bisa merangsang siswa untuk proses belajat, media meliputi perangkat keras yang dapat mengantarkan pesan dan perangkat lunak yang mengandung pesan Media bukan hanya berupa alat atau bahan, melainkan juga hal-hai lain yang memungkinkan siswa memper oleh pengetahuan. Media bukan hanya berupa televisi, radio, komputer melainkan juga meliputi manusia sebagai sumber belajar, atau kegiatan seperti diskusi, seminar, simulasi, dan sebagainya Dengan denikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terciptarya proses belajar pada din siswa.

Ada beberapa pengertian yang dikemukakan oleh beberapa ahli tentang media, di antaranya sebagai berikut:

1. Media adalah bentuk yang dipakai orang menyebarkan ide sehingga lde atau gagasan itu sampai pada penerima.

2. Media adalah channel atau saluran karena pada hakikatnya, media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar dan melibat dalam batas-batas jarak, ruang dan waktu tertentu. Dengan bantuan media, batas-batas itu hampir menjadi tidak ada.

Media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi (Association of Education and Communication Technology).Media adalah segala benda yang manipulasi, dilihat, didengar, dan dibaca atau dibicarakan, beserta instrumen yang diqunakan untuk kegiatan tersebut. Media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan merangsang yang sesuai untuk belajar, seperti media cetak dan elektronik. Ada dua pengertian media, yaitu dengan arti sempit dan arti luas. Arti sempit, media itu berwujud grafik, foto, alat mekanik, dan alat elektronika yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. Menurut arti luas, yaitu kegiatan yang dapat diciptakan suatu kondisi hingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengajuan dan sikap baru.

Arsyad (1997) menambahkan beberapa pendapat para ahli tentang media, yaitu sebagai berikut.

1. Heldik mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantarkan informasi-informasi antara sumber dan penerima.

2. Giagne dan Brigas, media adalah komponen atau sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar Bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebarkan ide, gagasan, atau pendapat sehingga ide atau gagasan atau pendapat yang dikemukakan sampai kepada penerima.Hamidjojo dalarn Latuhesu, memben batas media sebagal semua

3. . Hamalik media adalah alat bantu yang digunakan untuk memperlancar komunikasi secara maksimal.

4. Denim, media pendidikan adalah seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik. Dari beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pendidikan adalah alat atau perantara yang dikemukakan oleh guru dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa agar mudah dipahami dan ditangkap maknanya oleh siswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Beberapa fungsi media pendidikan adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan media pendidikan bukan merupakan fungsi tambahan, melainkan memiliki fungsi tersendiri sebagai sarana bantu untuk mewujudkan situasi kependidikan yang lebih efektif. Media pendidikan merupakan bagian integral dari keseluruhan proses kependidikan. Hal ini mengandung pengertian bahwa media kependidikan sebagai salah satu komponen yang menciptakan situasi pendidikan yang diharapkan. Media pendidikan dalam penggunaannya harus relevan dengan tujuan pendidikan. Fungsi ini mengandung makna bahwa penggunaan media dalam pendidikan harus selalu melihat pada tujuan yang hendak dicapai. Media pendidikan berfungsi mempercepat proses tercapainya tujuan pendidikan. Fungsi ini mengandung arti bahwa dengan media pendidikan, siswa dapat menangkap tujuan dengan sebaik mungkin Selain media pendidikan, dikenal pula istilah media pembelajaran. Media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Ada beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran, antara lain sebagai berikut:

 Grafis

Media grafis termasuk media visual Media grafis berfungsi menyalurkan pesan dari sumber kepada penerima pesan. Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan. Pesan yang akan disampaikan dituangkan dalam simbol-simbol komunikasi visual. Arti simbol tersebut harus dipahami agar proses penyampaian pesan dapat berhasil efektif dan efisien. Secara khusus, grafis berfungsi menarik perhatian, memperjelas penyajian ide yang ditampilkan, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan apabila tidak digrafiskan. Selain sederhana dan mudah, pembuatan media grafis termasuk media yang terlatif murah apabila dilihat dari segi biayanya. Jenis-jenis media grafis adalah sebagai berikut:

a. Gambar/foto

Foto dan gambar adalah media yang paling umum dipakai yang merupakan bahasa yang dapat dimengerti dan dinikmati di mana-mana.

Beberapa kelebihan media gambar, antara lain:

1) Sifatnya konkret dan realistis

2) Mengatasi batasan ruang dan waktu;

3) Mengatasi keterbatasan pengamatan;

4) Memperjelas suatu masalah dalam berbagai bidang

5) harganya murah, mudah diperoleh dan digunakan

6) menekankan persepsi indra mata.

b. Sketsa

Sketsa adalah gambar yang sederhana atau draf kasar yang melawan bagian-bagian pokoknya tanpa detail Guru hendaknya dapat menuangkan ide idenya ke dalam bentuk . Sketsa dapat dibuat secara cepat dan dapat dipakai untuk tipuan pembenaran

c. Diagram

Diagram atau skema menggambarkan struktur dan objek secara garis besar Diagram menunjukkan bubungan antara komponen dan sifat sifatnya.

Beberapa ciri diagram adalah sebagai berikut:

1) bersifat simbolis dan abstrak

2) menuntut seseorang untuk mempunyai latar belakang sesuatu yang didiagramkan.

                     d. Bagan/chart

Fungsi bagan yang pokok adalah menyajikan ide-ide atau konsep Konsep yang sulit apabila disampaikan secara tertulis atau lisan dan visual. Bagan memberikan ringkasan butir-butir penting dar suatu presentasi

                     e. Grafik (graphs)

Grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis. atau gambar Simbol-simbol verbal sering digunakan di dalam Grafik berfungsi menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan suatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.

 Teks

Teks membantu siswa untuk fokus pada materi yang diajarkan.

 Audio

Media audio memudahkan siswa dalam mengidentifikasi objek-objek, yang menunjukkan hubungan spesial dari suatu objek dan membantu menjelaskan konsep abstrak menjadi konkret.

 Grafik

Media grafik berfungsi menunjukkan objek dengan ide, menjelaskan konsep yang sulit, menjelaskan konsep yang abstrak menjadi konkret menunjukkan dengan jelas suatu langkah prosedural.

 Animasi

Media animasi menunjukkan proses abstrak dan menyediakan tiruan yang apabila dilakukan pada peralatan yang sesungguhnya membutuhkan biaya yang mahal atau membahayakan siswa, misalnya simulasi melihat bentuk tegangan listrik dengan simulasi oscilloscope atau melakukan praktik menerbangkan pesawat dengan simulasi penerbangan.

 Video

Video digunakan untuk mengajarkan materi dalam ranah perilaku atau psikomotor. Video memaparkan keadaan real dari suatu proses, fenomena, atau kejadian sehingga dapat memperkaya pemaparan. Ada beberapa dasar pemikiran yang digunakan untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu sebagai berikut

a. Landasan filosofis

Media pendidikan ataupun media pembelajaran merupakan alat yang membantu tercapainya tujuan pendidikan dan pembelajaran, mengingat tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran berbeda-beda, hasrat dan dorongan belajar pun berlainan. Dengan menggunakan media pendidikan atau media pembelajaran, seluruh siswa diarahkan ke sotu titik utama pendidikan dan pembelajaran. Perhatian siswa terfokus pada tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran yang sedang berlangsung

b. Landasan psikologis

Secara psikologis, alat-alat pendidikan dan media pembelajaran memberikan daya tarik tersendiri bagi siswa Dengan ketertarikan terhadap media yang digunakan, minat belajar siswa semakin meningkat. Siswa semakin didorong oleh adanya media yang digunakan. Semakin besar ketertarikan dan minat belajar, secara psikologis semakin mudah bagi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran, memahami bahan ajar, dan mempraktikkannya dalam kehidupan.

c. sosiologis

Media pendidikan ataupun media pembelajaran dijadikan alat untuk memudahkan pencapaian tujuan pendidikan dan pembelajaran. Dengan demikian, siswa akan banyak memperoleh ilmu pengetahuan dan meningkatkan keterampilannya. Keterampilan yang dimiliki akan bermanfaat untuk kehidupannya di masyarakat.

d. Landasan ekonomis

Media pembelajaran dirancang sebagai sumber belajar murah untuk mengefektifkan pembelajaran. Sekalipun demikian, media yang mahal tetap digunakan agar siswa memahami kemajuan teknologi dan alat-alat yang harus dioperasionalkan. Kemudian, dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.

METODE PEMBELAJARAN

Pengembangan dasar-dasar kependidikan berkaitan pula dengan metode pembelajaran. Diantara metode pembelajaran yang diterapkan. Dalam proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:

• Metode Seminar

Metode seminar adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh beberapa orang dalam suatu sidang untuk membahas masalah-masalah tertentu dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Metode seminar merupakan kegiatan belajar kelompok siswa yang membahas topik atau masalah tertentu. Setiap anggota kelompok dituntut berperan aktif mengemukakan pendapatnya masing-masing, dan setiap pendapat merupakan masukan untuk solusi masalah yang sedang dibahas. Semua masukan disimpulkan dan ditindaklanjuti setelah ditetapkan rekomendasi dan resolusi

• Metode Kerja Kelompok

Metode kerja kelompok adalah cara menyajikan bahan pelajaran dengan menyuruh siswa (setelah dikelompokkan) mengerjakan tugas tertentu untuk mencapai tujuan pengajaran dengan bekerja sama dalam memecahkan masalah atau melaksanakan tugas.

• Kerja Lapangan

Metode kerja lapangan adalah metode mengajar dengan mengajak siswa ke suatu tempat di luar sekolah yang bertujuan melakukan observasi dan eksplorasi secara tanggungjawab lapangan sehingga siswa dapat menghayati kehidupan masyarakat secara langsung.

• Metode Sumbang Saran

Sumbang saran merupakan cara yang dilakukan oleh guru ketika mengajar, yaitu dengan mengutarakan permasalahan kepada siswa. Sedangkan siswa diminta pendapat dan saran-sarannya.

• Metode Unit Teaching

Metode unit teaching merupakan metode mengajar yang memberikan kesempatan kepada siswa secara aktif dan guru dapat mengenal serta menguasai belajar secara unit

• Metode Penemuan (Discovery)

Metode penemuan merupakan upaya siswa dalam mengasimilasikan proses atau prinsip-prinsip yang ditemukan dari hasil pembelajaran atau hasil penelitian dalam bentuk temuan baru.

• Metode Eksperimen

Metode eksperimen, yaitu seorang siswa diajak mengadakan pengamatan yang hailnya disampaikan di dalam kelas dan dievaluasi oleh guru.

• Metode Sosiodrama dan Bermain Peran

Metode sosiodrama dan bermain peran, yaitu siswa diajak untuk mendramatisasikan tingkah laku atau ungkapan gerak wajah seseorang dalam hubungan sosial antar manusia.

• Metode Kasus

Metode kasus merupakan metode penyajian pelajaran dengan memanfaatkan kasus yang ditemui siswa sebagai bahan pelajaran. Kasus tersebut dibahas bersama untuk mendapatkan solusinya.

• Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi dilakukan dengan cara menunjukkan dan memperlihatkan proses tertentu oleh seorang guru atau instruktur, misalnya guru olahraga mendemonstrasikan teknik peregangan kaki dan tangan kepada siswa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar