Nama : Deny Rahmawati
Nim : 11901112
Kelas : PAI /4c
Makul: MAGANG 1
Materi: Evaluasi Pendidikan
Evaluasi
Pendidikan
Evaluasi artinya sama dengan penilaian, yaitu untuk
mengukur tingkat kemampuan baik kemajuan atau kemunduran suatu aktivitas
tertentu. Dengan demikian, dalam evaluasi terdapat praktik untuk mengukur dan
menilai semua bentuk aktivitas yang telah dilaksanakan. Nilai yang dimaksud
disimpulkan sebagai kemajuan atau kemunduran.
Benjamin Bloom mengertikan evaluasi sebagai sebuah
kumpulan realitas yang disusun secara sistematis guna memperoleh pengetahuan
mengenai terjadi tidaknya perubahan dalam prestasi anak didik. Evaluasi
merupakan proses pendeskripsian dan informasi tentang hasil tindakan yang telah
dinilai yang akan dijadikan bahan pertimbangan pengembalian keputusan.
Evaluasi juga diartikan sebagai penentuan relevansi
antara tindakan yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan secara profesional terhadap berbagai
proses pelaksanaan kegiatan tertentu yang terukur, yang hasil pengukurannya
akan dijadikan bahan pertimbangan perbaikan-perbaikan dan atau solusi
alternatif terhadap masalah yang menjadi penyebab hasil tindakan kurang relevan
dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Dalam evaluasi terdapat suatu rumusan dan metode
evaluasi yang diterapkan untuk mengukur keberhasilan dan atau ketidak
berhasilan suatu pelaksanaan kegiatan tertentu. Oleh karena itu, alat ukur dan
metode evaluasi yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :
1.
Tes
Tes adalah proses
baku untuk memperoleh sampel tingkah laku dari ranah tertentu atau prosedur
sistematis untuk mengamati satu atau lebih karakteristik seseorang dengan
menggunakan skala numerik atau sistem kategori. Tes dapat dilakukan dengan
berbagai metode, misalnya wawancara, tugas kelas, karya tulis, demonstrasi yang
memeragakan perihal praktek mata pelajaran tertentu, ujian lisan dan ujian
tulisan. Semua metode tes merupakan alat untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan
kegiatan tertentu. Dalam tes terdapat informasi yang dapat ditafsirkan, baik
secara kuantitatif maupun kualitatif. Tes berkaitan pula dengan penyajian
serangkaian pertanyaan baku yang harus dijawab. Dari hasil jawaban siswa atas
pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, diperoleh ukuran angka-angka mengenai
karakteristik siswa tersebut. Dalam kegiatan evaluasi Yang mempergunakan metode
tes, terdapat masukan yang berharga untuk menentukan rencana perbaikan dan
pembuatan solusi alternatif bagi pencapaian tujuan yang belum terpenuhi dengan
sempurna.
2.
Pengukuran
Pengukuran dalam
sekolah berkaitan dengan pemaparan ( deskripsi ) kuantitatif mengenai tingkah
laku siswa. Pengukuran tidak melibatkan pertimbangan mengenai baiknya atau
nilai tingkah laku yang diukur. Seperti halnya tes, pengukuran pun tidak menentukan
siapa yang lulus dan alpa yang tidak lulus. Pengukuran hanya menghasilkan data
kuantitatif mengenai hal yang diukur. Pengukuran sebuah silinder misalnya,
hanya menghasilkan data mengenai luas alas dan tinggi silinder. Secara umum, dapat
dikatakan bahwa pengukuran adalah proses pemberian angka pada sesuatu atau
seseorang berdasarkan aturan tertentu. Hasilnya hanyalah angka-angka (skor).
Pengukuran tidak menghasilkan nilai atau baik buruknya sesuatu, tetapi hasil
pengukuran dapat dipakai untuk membuat penilaian atau evaluasi. Dari pengukuran
yang telah dilakukan, biasanya ditemukan perbandingan antara prestasi akademik
seseorang siswa dan siswa lainnya. Sebelum melakukan pengukuran, dilakukan
identifikasi siswa yang akan diukur, misalnya identitas diri dari karakteristik
siswa, dapat berupa sifat siswa, yang tampak lebih rajin dan konsentrasi, atau
keduanya memiliki sifat yang sama. Perlu pula diidentifikasi siswa-siswa yang
akan diukur. Setelah itu, standar ukurannya dibuat dalam bentuk angka dengan
karakteristik yang direlevansikan sesuai dengan angka-angka yang dimaksudkan.
Dalam evaluasi terdapat substansi kegiatan evaluasi yang mutlak dibutuhkan
untuk pengembangan metode pembelajaran berikutnya, haitu sebagai berikut :
1.
Adanya feed back, yaitu evaluasi diri,
baik para pendidik maupun siswa. Siswa dimotivasi terus-menerus oleh para
pendidik agar terus meningkatkan prestasi akademik nya dengan cara memberikan
berbagai sarana dan prasarana yang mendekati dengan komunikasi yang interaktif.
Evaluasi diri para pendidik mengingat materi dan metode pembelajaran yang tidak
menutup kemungkinan tidak ada relevansi antara materi dan metode atau dengan
keadaan intelektual siswa sebagai anak didik.
2.
Hasil evaluasi adalah realitas hasil
kegiatan pembelajaran yang akan dijadikan bahan pertimbangan guna mencari solusi
bagi perbaikan metode pembelajaran yang sekaligus untuk merangsang belajar
siswa demi peningkatan daya serapnya dan prestasi akademiknya
Tujuan
evaluasi juga dijabarkan dari tujuan pendidikan sebagaimana dikemukakan dalam
tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan evaluasi
pada umumnya dibagi dua macam, yaitu pertama tujuan instruksional umum, kedua
yaitu tujuan instruksional khusus. Kedua tujuan instruksional tersebut
merupakan penjabaran dari upaya pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan
kepribadian siswa, baik secara intelektual maupun mental. Misalnya, peningkatan
kecerdasan, keterampilan, kreativitas, kemandirian, akhlak siswa, sikap
tanggung jawab, keimanan, dan ketakwaannya.
Urusan dikembangkan menjadi lima macam yaitu sebagai berikut :
1. Tujuan
pendidikan
2. Tujuan
institusional
3. Tujuan
kurikuler
4. Tujuan
instruksional umum
5. Tujuan
instruksional khusus
Tujuan
pendidikan merupakan tujuan umum dari sejumlah penyelenggaraan-penyelenggaraan
Pendidikan atau tujuan sistematik seluruh kegiatan pendidikan di Indonesia.
Berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, tujuannya diturunkan menjadi
tujuan kelembagaan atau tujuan institusional. Tujuan ini, bergantung pada
lembaga penyelenggara pendidikan. Kemudian, diturunkan lagi menjadi tujuan
kurikulum atau tujuan yang berhubungan dengan rencana dan proses pembelajaran,
fungsi dan tugas para pendidik, dan metode pembelajaran pada umumnya. Dalam
kurikulum terdapat mata pelajaran atau mata kuliah dan pedoman pembelajaran yang harus dilaksanakan
dan diberlakukan oleh para pendidik dan untuk anak didik. Oleh karena itu,
diturunkan tujuan pembelajaran dalam arti instruksional umum dan instruksional
khusus. Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah
mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkatan pencapaian tujuan
instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutannya. Tindak
lanjut termaksud merupakan fungsi evaluasi dan dapat berupa:
1. Penempatan
pada tempat yang tepat
2. Pemberian
umpan balik
3. Diagnosis
kesulitan belajar siswa
4. Penentuan
kelulusan
Dengan
memperhatikan jenis-jenis tes yang diberikan kepada siswa dapat diambil
kesimpulan bahwa tujuan evaluasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai
berikut:
1. Pengambilan
indikator-indikator hasil belajar siswa yang berupa sangat baik, baik, cukup,
dan buruk.
2. Pemahaman
komprehensif terhadap keadaan siswa dari semua ranah yang dimaksudkan
3. Perbaikan
dan pengembangan program pembelajaran, baik dari kurikulum, materi
pembelajaran, metode maupun alat-alat pendidikan lainnya.
Hasil
evaluasi menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan tentang hal-hal
yang harus dilakukan untuk memperbaiki sistem pengajaran. Hal tersebut
didasarkan pada empat hal, yaitu sebagai berikut:
1. Kemampuan
anak didik yang rendah
2. Kualitas
materi pelajaran yang tidak sesuai dengan tingkat usia anak
3. Jumlah
bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang
diberikan atau tidak efektif dan efisien
4. Komponen
proses belajar mengajar yang kurang relevan dengan tujuan.
Untuk
mengejar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelum melaksanakan proses
belajar mengaja, evaluasi harus dilakukan secara terpadu. Keterpaduan yang
dimaksud adalah sinergi dan integritas antara materi pelajaran, metode
pembelajaran, media belajar mengajar. Dengan demikian, evaluasi bukan aktivitas
diri sendiri, melainkan kelanjutan dari semua proses pembelajaran.
Para
ahli evaluasi pendidikan membedakan antara pengertian evaluasi dan pengukuran sebagai
berikut. Evaluasi adalah penilaian yang lebih menitikberatkan pada perubahan kepribadian
secara luas dan terhadap sasaran-sasaran umum dari program kependidikan,
sedangkan pengukuran lebih menekankan pada aspek-aspek kemajuan bahan pelajaran
atau keterampilan khusus dan kemampuan spesifik. Jadi, evaluasi dapat berfungsi
sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi
dan merumuskan Jarak dari sasaran-sasaran pokok kurikulum secara komperhensif.
2. Menetapkan
tingkah laku yang harus direalisasikan oleh siswa.
3. Menyeleksi
atau membentuk instrumen-instrumen yang valid, terpercaya, dan praktis untuk
menilai sasaran-sasaran utama proses kependidikan atau ciri-ciri khusus dari
perkembangan dan perubahan manusia didik.
Dengan menggunakan sistem evaluasi yang tepat
sasaran, guru dapat mengetahui dengan pasti kemajuan, kelemahan,
hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugasnya, yang pada akhirnya
akan dijadikan bahan perbaikan program atau secara langsung dilakukan remedial,
jika apabila perlu maka akan diberi suatu bimbingan belajar secara lebih intensif.
Berikut
ini merupakan jenis-jenis dari evaluasi adalah sebagai berikut :
1. Evaluasi
formatif
Evaluasi formatif adalah tingkat penguasaan manusia
didik dan menentukan bagian-bagian tugas yang belum dikuasai dengan tepat.
Manfaat dari evaluasi ini adalah sebagai alat penilaian bproses belajar mengajar
suatu unit bahan pelajaran tertentu.
2. Evaluasi
subsumatif dan sumatif
Evaluasi subsumatif dan sumatif adalah penilaian
secara umum tentang keseluruhan hasil proses belajar mengajar yang dilakukan
pada setiap akhir periode belajar mengajar secara terpadu. Contoh dari evaluasi
subsumatif adalah pada saat penilaian
mid semester, dan contoh dari evaluasi sumatif adalah penilaian akhir semester
atau UAS.
3. Evaluasi
diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah penilaian yang dipusatkan
pada proses belajar mengajar dengan mengalokasikan titik keberangkatan yang
cocok. Misalnya, mengklasifikasi siswa sesuai dengan kesamaan minat, bakat,
kepribadian, latar belakang, kecerdasan, keterampilan, dan riwayat pendidikan
atau pendugaan dan atau penguasaan strategi
belajar mengajar tertentu.
4. Evaluasi
kokurikuler
Evaluasi kokurikuler adalah suatu kegiatan yang
dilakukan di luar jam pelajaran yang telah ditetapkan dalam kalender akademik,
misalnya dalam pemberian pekerjaan rumah, tugas kelompok, dan yang sejenisnya.
5. Evaluasi
ekstrakurikuler
Evaluasi ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan di luar
jam pelajaran yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. Tujuan dari
kegiatan ini adalah sebagai memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan
antara berbagai mata pelajaran atau bidang pengembangan, menyalurkan bakat dan
minat yang dimiliki oleh masing-masing siswa.
6. Evaluasi
penempatan
Evaluasi penempatan adalah sesuatu penilaian yang
menempatkan pada penilaian tentang permasalahan-permasalahan yang berkaitan
dengan ;
a.
Ilmu pengetahuan dan keterampilan siswa
yang diperlukan untuk awal proses belajar mengajar.
b.
Pengetahuan siswa tentang tujuan
pengajaran yang telah Ditetapkan di sekolah
c.
Minat dan perhatian, kebiasaan bekerja,
corak kepribadian yang menonjol mengandung konotasi pada metode belajar
tertentu, misalnya belajar berkelompok dan sebagainya.
Dari
semua hal di atas bahwa evaluasi akan terus berkaitan dengan dasar-dasar
pijakan atau laporan-laporan kemajuan dari belajar siswa sehingga dari hasil
yang diperoleh dijadikan sebagai suatu bahan evaluasi pendidikan dengan secara keseluruhan
dan memberikan dasar pertimbangan bagi peserta didik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar