Selasa, 08 Juni 2021

Evaluasi Pendidikan

 

Nama : Deny Rahmawati

Nim : 11901112

Kelas : PAI /4c

Makul: MAGANG 1

Materi: Evaluasi Pendidikan

 

Evaluasi Pendidikan

 

 

Evaluasi artinya sama dengan penilaian, yaitu untuk mengukur tingkat kemampuan baik kemajuan atau kemunduran suatu aktivitas tertentu. Dengan demikian, dalam evaluasi terdapat praktik untuk mengukur dan menilai semua bentuk aktivitas yang telah dilaksanakan. Nilai yang dimaksud disimpulkan sebagai kemajuan atau kemunduran.

Benjamin Bloom mengertikan evaluasi sebagai sebuah kumpulan realitas yang disusun secara sistematis guna memperoleh pengetahuan mengenai terjadi tidaknya perubahan dalam prestasi anak didik. Evaluasi merupakan proses pendeskripsian dan informasi tentang hasil tindakan yang telah dinilai yang akan dijadikan bahan pertimbangan pengembalian keputusan.

Evaluasi juga diartikan sebagai penentuan relevansi antara tindakan yang telah dilaksanakan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi adalah penilaian yang dilakukan secara profesional terhadap berbagai proses pelaksanaan kegiatan tertentu yang terukur, yang hasil pengukurannya akan dijadikan bahan pertimbangan perbaikan-perbaikan dan atau solusi alternatif terhadap masalah yang menjadi penyebab hasil tindakan kurang relevan dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Dalam evaluasi terdapat suatu rumusan dan metode evaluasi yang diterapkan untuk mengukur keberhasilan dan atau ketidak berhasilan suatu pelaksanaan kegiatan tertentu. Oleh karena itu, alat ukur dan metode evaluasi yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :

1.     Tes

Tes adalah proses baku untuk memperoleh sampel tingkah laku dari ranah tertentu atau prosedur sistematis untuk mengamati satu atau lebih karakteristik seseorang dengan menggunakan skala numerik atau sistem kategori. Tes dapat dilakukan dengan berbagai metode, misalnya wawancara, tugas kelas, karya tulis, demonstrasi yang memeragakan perihal praktek mata pelajaran tertentu, ujian lisan dan ujian tulisan. Semua metode tes merupakan alat untuk mengetahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan tertentu. Dalam tes terdapat informasi yang dapat ditafsirkan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Tes berkaitan pula dengan penyajian serangkaian pertanyaan baku yang harus dijawab. Dari hasil jawaban siswa atas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, diperoleh ukuran angka-angka mengenai karakteristik siswa tersebut. Dalam kegiatan evaluasi Yang mempergunakan metode tes, terdapat masukan yang berharga untuk menentukan rencana perbaikan dan pembuatan solusi alternatif bagi pencapaian tujuan yang belum terpenuhi dengan sempurna.

2.     Pengukuran

Pengukuran dalam sekolah berkaitan dengan pemaparan ( deskripsi ) kuantitatif mengenai tingkah laku siswa. Pengukuran tidak melibatkan pertimbangan mengenai baiknya atau nilai tingkah laku yang diukur. Seperti halnya tes, pengukuran pun tidak menentukan siapa yang lulus dan alpa yang tidak lulus. Pengukuran hanya menghasilkan data kuantitatif mengenai hal yang diukur. Pengukuran sebuah silinder misalnya, hanya menghasilkan data mengenai luas alas dan tinggi silinder. Secara umum, dapat dikatakan bahwa pengukuran adalah proses pemberian angka pada sesuatu atau seseorang berdasarkan aturan tertentu. Hasilnya hanyalah angka-angka (skor). Pengukuran tidak menghasilkan nilai atau baik buruknya sesuatu, tetapi hasil pengukuran dapat dipakai untuk membuat penilaian atau evaluasi. Dari pengukuran yang telah dilakukan, biasanya ditemukan perbandingan antara prestasi akademik seseorang siswa dan siswa lainnya. Sebelum melakukan pengukuran, dilakukan identifikasi siswa yang akan diukur, misalnya identitas diri dari karakteristik siswa, dapat berupa sifat siswa, yang tampak lebih rajin dan konsentrasi, atau keduanya memiliki sifat yang sama. Perlu pula diidentifikasi siswa-siswa yang akan diukur. Setelah itu, standar ukurannya dibuat dalam bentuk angka dengan karakteristik yang direlevansikan sesuai dengan angka-angka yang dimaksudkan. Dalam evaluasi terdapat substansi kegiatan evaluasi yang mutlak dibutuhkan untuk pengembangan metode pembelajaran berikutnya, haitu sebagai berikut :

1.     Adanya feed back, yaitu evaluasi diri, baik para pendidik maupun siswa. Siswa dimotivasi terus-menerus oleh para pendidik agar terus meningkatkan prestasi akademik nya dengan cara memberikan berbagai sarana dan prasarana yang mendekati dengan komunikasi yang interaktif. Evaluasi diri para pendidik mengingat materi dan metode pembelajaran yang tidak menutup kemungkinan tidak ada relevansi antara materi dan metode atau dengan keadaan intelektual siswa sebagai anak didik.

2.     Hasil evaluasi adalah realitas hasil kegiatan pembelajaran yang akan dijadikan bahan pertimbangan guna mencari solusi bagi perbaikan metode pembelajaran yang sekaligus untuk merangsang belajar siswa demi peningkatan daya serapnya dan prestasi akademiknya

Tujuan evaluasi juga dijabarkan dari tujuan pendidikan sebagaimana dikemukakan dalam tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, tujuan evaluasi pada umumnya dibagi dua macam, yaitu pertama tujuan instruksional umum, kedua yaitu tujuan instruksional khusus. Kedua tujuan instruksional tersebut merupakan penjabaran dari upaya pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan kepribadian siswa, baik secara intelektual maupun mental. Misalnya, peningkatan kecerdasan, keterampilan, kreativitas, kemandirian, akhlak siswa, sikap tanggung jawab, keimanan, dan ketakwaannya.  Urusan dikembangkan menjadi lima macam yaitu sebagai berikut :

1.     Tujuan pendidikan

2.     Tujuan institusional

3.     Tujuan kurikuler

4.     Tujuan instruksional umum

5.     Tujuan instruksional khusus

Tujuan pendidikan merupakan tujuan umum dari sejumlah penyelenggaraan-penyelenggaraan Pendidikan atau tujuan sistematik seluruh kegiatan pendidikan di Indonesia. Berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, tujuannya diturunkan menjadi tujuan kelembagaan atau tujuan institusional. Tujuan ini, bergantung pada lembaga penyelenggara pendidikan. Kemudian, diturunkan lagi menjadi tujuan kurikulum atau tujuan yang berhubungan dengan rencana dan proses pembelajaran, fungsi dan tugas para pendidik, dan metode pembelajaran pada umumnya. Dalam kurikulum terdapat mata pelajaran atau mata kuliah  dan pedoman pembelajaran yang harus dilaksanakan dan diberlakukan oleh para pendidik dan untuk anak didik. Oleh karena itu, diturunkan tujuan pembelajaran dalam arti instruksional umum dan instruksional khusus. Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar mengajar adalah mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkatan pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tindak lanjutannya. Tindak lanjut termaksud merupakan fungsi evaluasi dan dapat berupa:

1.     Penempatan pada tempat yang tepat

2.     Pemberian umpan balik

3.     Diagnosis kesulitan belajar siswa

4.     Penentuan kelulusan

 

Dengan memperhatikan jenis-jenis tes yang diberikan kepada siswa dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan evaluasi dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

1.     Pengambilan indikator-indikator hasil belajar siswa yang berupa sangat baik, baik, cukup, dan buruk.

2.     Pemahaman komprehensif terhadap keadaan siswa dari semua ranah yang dimaksudkan

3.     Perbaikan dan pengembangan program pembelajaran, baik dari kurikulum, materi pembelajaran, metode maupun alat-alat pendidikan lainnya.

Hasil evaluasi menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan tentang hal-hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki sistem pengajaran. Hal tersebut didasarkan pada empat hal, yaitu sebagai berikut:

1.     Kemampuan anak didik yang rendah

2.     Kualitas materi pelajaran yang tidak sesuai dengan tingkat usia anak

3.     Jumlah bahan pelajaran terlalu banyak sehingga tidak sesuai dengan waktu yang diberikan atau tidak efektif dan efisien

4.     Komponen proses belajar mengajar yang kurang relevan dengan tujuan.

Untuk mengejar tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelum melaksanakan proses belajar mengaja, evaluasi harus dilakukan secara terpadu. Keterpaduan yang dimaksud adalah sinergi dan integritas antara materi pelajaran, metode pembelajaran, media belajar mengajar. Dengan demikian, evaluasi bukan aktivitas diri sendiri, melainkan kelanjutan dari semua proses pembelajaran.

Para ahli evaluasi pendidikan membedakan antara pengertian evaluasi dan pengukuran sebagai berikut. Evaluasi adalah penilaian yang lebih menitikberatkan pada perubahan kepribadian secara luas dan terhadap sasaran-sasaran umum dari program kependidikan, sedangkan pengukuran lebih menekankan pada aspek-aspek kemajuan bahan pelajaran atau keterampilan khusus dan kemampuan spesifik. Jadi, evaluasi dapat berfungsi sebagai berikut:

1.     Mengidentifikasi dan merumuskan Jarak dari sasaran-sasaran pokok kurikulum secara komperhensif.

2.     Menetapkan tingkah laku yang harus direalisasikan oleh siswa.

3.     Menyeleksi atau membentuk instrumen-instrumen yang valid, terpercaya, dan praktis untuk menilai sasaran-sasaran utama proses kependidikan atau ciri-ciri khusus dari perkembangan dan perubahan manusia didik.

 Dengan menggunakan sistem evaluasi yang tepat sasaran, guru dapat mengetahui dengan pasti kemajuan, kelemahan, hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan tugasnya, yang pada akhirnya akan dijadikan bahan perbaikan program atau secara langsung dilakukan remedial, jika apabila perlu maka akan diberi suatu bimbingan belajar secara lebih intensif.

Berikut ini merupakan jenis-jenis dari evaluasi adalah sebagai berikut :

1.     Evaluasi formatif

Evaluasi formatif adalah tingkat penguasaan manusia didik dan menentukan bagian-bagian tugas yang belum dikuasai dengan tepat. Manfaat dari evaluasi ini adalah sebagai alat penilaian bproses belajar mengajar suatu unit bahan pelajaran tertentu.

2.     Evaluasi subsumatif dan sumatif

Evaluasi subsumatif dan sumatif adalah penilaian secara umum tentang keseluruhan hasil proses belajar mengajar yang dilakukan pada setiap akhir periode belajar mengajar secara terpadu. Contoh dari evaluasi subsumatif adalah  pada saat penilaian mid semester, dan contoh dari evaluasi sumatif adalah penilaian akhir semester atau UAS.

3.     Evaluasi diagnostik

Evaluasi diagnostik adalah penilaian yang dipusatkan pada proses belajar mengajar dengan mengalokasikan titik keberangkatan yang cocok. Misalnya, mengklasifikasi siswa sesuai dengan kesamaan minat, bakat, kepribadian, latar belakang, kecerdasan, keterampilan, dan riwayat pendidikan atau pendugaan  dan atau penguasaan strategi belajar mengajar tertentu.

4.     Evaluasi kokurikuler

Evaluasi kokurikuler adalah suatu kegiatan yang dilakukan di luar jam pelajaran yang telah ditetapkan dalam kalender akademik, misalnya dalam pemberian pekerjaan rumah, tugas kelompok, dan yang sejenisnya.

5.     Evaluasi ekstrakurikuler

Evaluasi ekstrakurikuler adalah suatu kegiatan di luar jam pelajaran yang dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai memperluas pengetahuan siswa, mengenal hubungan antara berbagai mata pelajaran atau bidang pengembangan, menyalurkan bakat dan minat yang dimiliki oleh masing-masing siswa.

6.     Evaluasi penempatan

Evaluasi penempatan adalah sesuatu penilaian yang menempatkan pada penilaian tentang permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan ;

a.      Ilmu pengetahuan dan keterampilan siswa yang diperlukan untuk awal proses belajar mengajar.

b.     Pengetahuan siswa tentang tujuan pengajaran yang telah Ditetapkan di sekolah

c.      Minat dan perhatian, kebiasaan bekerja, corak kepribadian yang menonjol mengandung konotasi pada metode belajar tertentu, misalnya belajar berkelompok dan sebagainya.

Dari semua hal di atas bahwa evaluasi akan terus berkaitan dengan dasar-dasar pijakan atau laporan-laporan kemajuan dari belajar siswa sehingga dari hasil yang diperoleh dijadikan sebagai suatu bahan evaluasi pendidikan dengan secara keseluruhan dan memberikan dasar pertimbangan bagi peserta didik.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar