Selasa, 06 Juli 2021

Tugas Magang 1

 

Nama : Deny Rahmawati

Nim : 11901112

Kelas :PAI 4C

Makul : Magang 1

 

Kata strategi berasal dari bahasa Latin strategia, yang diartikan sebagai seni penggunaan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi pembelajaran menurut Frelberg & Driscoll (1992) dapat digunakan untuk mencapai berbagai tujuan pemberian materi pelajaran pada berbagai tingkatan, untuk siswa yang berbeda, dalam konteks yang berbeda pula. Gerlach & Ely (1980) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa. Dick & Carey (1996) berpendapat bahwastrategi pembelajaran tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pembelajaran. Strategi pembelajaran terdiri atas semua komponen materi pelajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu.Strategi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai pola kegiatan pembelajaran yang dipilih dan digunakan guru secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik siswa, kondisi sekolah, lingkungan sekitar serta tujuan khusus pembelajaran yang dirumuskan. Gerlach & Ely (1980) juga mengatakan bahwa perlu adanya kaitan antara strategi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Strategi pembelajaran terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin bahwa siswa akan betul-betul mencapai tujuan pembelajaran.

Kata metode dan teknik sering digunakan secara bergantian. Gerlach & Ely (1980) mengatakan bahwa teknik (yang kadang-kadang disebut metode) dapat diamati dalam setiap kegiatan pembelajaran. Teknik adalah jalan atau alat (way or means) yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan siswa ke arah tujuan yang akan dicapai. Guru yang efektif sewaktu-waktu siap menggunakan berbagai metode (teknik) dengan efektif dan efisien menuju tercapainya tujuan.Metode, menurut Winarno Surakhmad (1986) adalah cara, yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode mengajar) maupun bagi siswa (metode belajar). Makin baik metode yang dipakai, makin efektif pula pencapaian tujuan. Namun, metode kadang-kadang dibedakan dengan teknik. Metode bersifat prosedural, sedangkan teknik lebih bersifat implementatif, maksudnya merupakan pelaksanaan apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai tujuan. Contohnya, guru A dan guru B sama-sama menggunakan metode ceramah, keduanya mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan metode ceramah yang efektif, tetapi hasil guru A berbeda dengan guru B karena teknik pelaksanaannya yang berbeda. Jadi, tiap guru mempunyai teknik yang berbeda dalam melaksanakan metode yang sama.

Marilah kita tinjau kembali pengertian strategi yang telah diuraikan tersebut di atas. bahwa strategi terdiri dari metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa mencapai tujuan. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa strategi pembelajaran lebih luas daripada metode dan teknik pembelajaran. Metode dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi. Pembelajaran. Untuk lebih memperjelas perbedaan tersebut, ikutilah contoh Berikut.

Dalam suatu Satuan Acara Perkuliahan (SAP) untuk mata kuliah “Metode-metode Mengajar bagi Mahasiswa Program Akta Mengajar”, Terdapat suatu rumusan tujuan khusus pembelajaran sebagai berikut “Mahasiswa calon guru diharapkan dapat mengidentifikasi minimal empat Bentuk diskusi sebagai metode mengajar”. Strategi yang dipilih untuk Mencapai tujuan tersebut, misalnya berikut ini.

 

a.      Mahasiswa diminta mengemukakan empat bentuk diskusi yang pernah Dilihatnya, secara kelompok.

b.     Mahasiswa diminta membaca dua buah buku tentang bentuk-bentuk Diskusi dari beberapa buku.

c.      Mahasiswa diminta mendemonstrasikan cara-cara berdiskusi sesuai Dengan bentuk yang dipelajari, sedangkan kelompok yang lain mengamati Sambil mencatat kekurangan-kekurangannya untuk didiskusikan setelah Demonstrasi selesai.

d.     Mahasiswa diharapkan mencatat hasil diskusi kelas.Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa kegiatan nomor c dan d adalah Teknik pembelajaran, dengan menggunakan metode demonstrasi dan diskusi. Seluruh kegiatan tersebut di atas merupakan strategi yang disusun guru untuk Mencapai tujuan pembelajaran. Dalam mengatur strategi, guru dapat memilih Berbagai metode, seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Berbagai media, seperti film, VCD, kaset audio, dan gambar, dapat Digunakan sebagai bagian dari teknik-teknik yang dipilih oleh guru.

Pengertian strategi pembelajaran menurut Mujiono adalah suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan pembelajaran, strategi bisa diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan pengajar dan peserta didik dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Ada empat strategi dasar dalam pembelajaran, yaitu mengidentifikasi apa yang diharapkan, memilih sistem pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Dengan demikian, strategi pembelajaran pada dasarnya adalah tindakan nyata dari guru atau praktek guru melaksanakan pengajaran melalui cara tertentu, yang dinilai lebih efektif dan lebih efisien. Dengan perkataan lain strategi pembelajaran adalah taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan/praktek mengajar dikelas. Taktik atau tindakan tersebut hendaknya mencerminkan langkah-langkah secara sistemik dan sistematik. Sistemik mengandung pengertian bahwa setiap komponen belajar mengajar saling berkaitan satu sama lain sehingga terorganisasikan secara terpadu dalam mencapai tujuan. Sedangkan sistematik mengandung pengertian,bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru pada waktu mengajar berurutan secara bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru pada waktu mengajar berurutan secara rapi dan logis sehingga mendukung tercapainya tujuan. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan guru dalm melaksanakan strategi pembelajaran. Pertama adalah tahapan mengajar, kedua adalah penggunaan model atau pendekatan mengajar dan ketiga penggunaan prinsip mengajar.Strategi pembelajaran menunjukkan pada penanaman nilai keislaman yang abstrak dari seramgkaian tindakan guru dalam melaksanakan proses pengajaran, artinya strategi pembelajaran merupakan tindakan nyata atau taktik guru dalam melaksanakan proses pengajaran berdasarkan rambu-rambu yang telah digunakan menurut pemahaman bagi anak didik, sehingga dpat dinilai efektif dan efisien. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi belajar mengajar adalah taktik kegiatan guru secara terprogram dalam pembelajaran, untuk menjadikan siswa belajar secara aktif dan memahami apa yang diajarkan, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar yang terarah secara maksimal serta merubah tingkah laku peserta didik dan menciptakan relasi yang bersifat mendidik, sehingga peserta didik mampu berkembang secara optimarapi dan logis sehingga mendukung tercapainya tujuan.

Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan guru dalm melaksanakan strategi pembelajaran. Pertama adalah tahapan mengajar, kedua adalah penggunaan model atau pendekatan mengajar dan ketiga penggunaan prinsip mengajar. Strategi pembelajaran menunjukkan pada penanaman nilai keislaman yang abstrak dari seramgkaian tindakan guru dalam melaksanakan proses pengajaran, artinya strategi pembelajaran merupakan tindakan nyata atau taktik guru dalam melaksanakan proses pengajaran berdasarkan rambu-rambu yang telah digunakan menurut pemahaman bagi anak didik, sehingga dpat dinilai efektif dan efisien. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi belajar mengajar adalah taktik kegiatan guru secara terprogram dalam pembelajaran, untuk menjadikan siswa belajar secara aktif dan memahami apa yang diajarkan, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar yang terarah secara maksimal serta merubah tingkah laku peserta didik dan menciptakan relasi yang bersifat mendidik, sehingga peserta didik mampu berkembang secara optimal.

Di dalam belajar perlu adanya aktivitas, sebab pada prinsipnya belajar itu Adalah berbuat, “learning by doing”. Aktivitas merupakan prinsip atau asas yang Sangat penting di dalam interaksi belajar mengajar. Tanpa aktivitas, proses belajar Mengajar tidak mungkin berlangsung dengan baik.

Aktivitas belajar dapat digolongkan sebagai berikut:

1.     Visual activities, yang termasuk di dalamnya misalnya, membaca, Memerhatikan gambar, demonstrasi, percobaan, pekerjaan orang lain.

2.     Oral activities, seperti: menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi Saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.

3.     Listening activities, sebagai contoh mendengarkan: uraian, percakapan, Diskusi, musik, pidato.

4.     Writing activities, seperti misalnya menulis cerita, karangan, laporan, Angket, menyalin.

5.     Drawing activities, misalnya: menggambar, membuat grafik, peta, diagram.

6.     Motor activities, yang termasuk di dalamnya antara lain: melakukan Percobaan, membuat konstruksi, model mereparasi, bermain, berkebun, Beternak.

7.     Mental activities, sebagai contoh misalnya: menanggapi, mengingat, Memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.

8.     Emotional activities, seperti misalnya, menaruh minat, merasa bosan, Gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang, gugup

Belajar berarti proses perubahan tingkah laku pada peserta didik akibat adanya Interaksi antara individu dan lingkungannya melalui pengalaman dan latihan. Perubahan ini terjadi secara menyeluruh, menyangkut aspek kognitif, efektif, dan Psikomotor. Belajar merupakan aktivitas yang disengaja dan dilakukan oleh individu agar Terjadi perubahan kemampuan diri, dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu Melakukan sesuatu, menjadi mampu melakukan sesuatu, atau anak yang tadinya tidak Terampil menjadi terampil. Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan Merasakan. Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaanya aktif. Aktivitas pikiran dan perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain, akan tetapi Dirasakan oleh yang bersangkutan sendiri. Guru tidak dapat melihat aktivitas pikiran Dan perasaan siswa. Guru melihat dari kegiatan siswa sebagai akibat adanya aktivitas Pikiran dan perasaan siswa, sebagai contoh: siswa bertanya, menanggapi, menjawab Pertanyaan guru, diskusi, memecahkan permasalahan, melaporkan hasil kerja, Membuat rangkuman, dan sebagainya. Itu semua adalah gejala yang tampak dari Aktivitas mental dan emosional siswa.

Peserta didik adalah subjek utama dalam pendidikan. Dialah yang belajar Setiap saat. Belajar peserta didik tidak mesti harus selalu berinteraksi dengan guru Dalam proses interaksi belajar mengajar. Dia juga bisa belajar mandiri tanpa harus Menerima pelajaran dari guru di sekolah. Bagi peserta didik, belajar seorang diri Merupakan kegiatan yang dominan. Setelah pulang sekolah, anak didik harus belajar Di rumah. Mereka mungkin menyusun jadwal belajar pada malam, pagi atau sore hari. Demikianlah, peserta didik selalu belajar dengan jadwal belajar yang telah Diprogramkan. Disekolah, peserta didik belajar menurut gaya masing-masing. Perilaku peserta didik bermacam-macam dalam menerima pelajaran dari guru. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat adalah peserta didik. Hal ini disebabkan adanya perbedaan latar belakang dari masing-masing peserta didik, seperti lingkungan sosial, lingkungan budaya, gaya belajar, keadaan ekonomi, dan tingkat kecerdasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar