Nama : Deny Rahmawati
Nim : 11901112
Kelas :PAI 4C
Makul : Magang 1
Kata strategi berasal dari bahasa Latin strategia,
yang diartikan sebagai seni penggunaan rencana untuk mencapai tujuan. Strategi
pembelajaran menurut Frelberg & Driscoll (1992) dapat digunakan untuk
mencapai berbagai tujuan pemberian materi pelajaran pada berbagai tingkatan,
untuk siswa yang berbeda, dalam konteks yang berbeda pula. Gerlach & Ely
(1980) mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk
menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu, meliputi
sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar
kepada siswa. Dick & Carey (1996) berpendapat bahwastrategi pembelajaran
tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di
dalamnya materi atau paket pembelajaran. Strategi pembelajaran terdiri atas
semua komponen materi pelajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu
siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu.Strategi pembelajaran juga dapat
diartikan sebagai pola kegiatan pembelajaran yang dipilih dan digunakan guru
secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik siswa, kondisi sekolah,
lingkungan sekitar serta tujuan khusus pembelajaran yang dirumuskan. Gerlach
& Ely (1980) juga mengatakan bahwa perlu adanya kaitan antara strategi
pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, agar diperoleh langkah-langkah
kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Strategi pembelajaran terdiri
dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin bahwa siswa akan
betul-betul mencapai tujuan pembelajaran.
Kata metode dan teknik sering digunakan secara
bergantian. Gerlach & Ely (1980) mengatakan bahwa teknik (yang
kadang-kadang disebut metode) dapat diamati dalam setiap kegiatan pembelajaran.
Teknik adalah jalan atau alat (way or means) yang digunakan oleh guru untuk
mengarahkan kegiatan siswa ke arah tujuan yang akan dicapai. Guru yang efektif
sewaktu-waktu siap menggunakan berbagai metode (teknik) dengan efektif dan
efisien menuju tercapainya tujuan.Metode, menurut Winarno Surakhmad (1986)
adalah cara, yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu
tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode mengajar) maupun bagi siswa
(metode belajar). Makin baik metode yang dipakai, makin efektif pula pencapaian
tujuan. Namun, metode kadang-kadang dibedakan dengan teknik. Metode bersifat
prosedural, sedangkan teknik lebih bersifat implementatif, maksudnya merupakan
pelaksanaan apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan guru) untuk mencapai
tujuan. Contohnya, guru A dan guru B sama-sama menggunakan metode ceramah,
keduanya mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan metode ceramah yang efektif,
tetapi hasil guru A berbeda dengan guru B karena teknik pelaksanaannya yang
berbeda. Jadi, tiap guru mempunyai teknik yang berbeda dalam melaksanakan
metode yang sama.
Marilah kita tinjau kembali pengertian strategi yang
telah diuraikan tersebut di atas. bahwa strategi terdiri dari metode dan teknik
atau prosedur yang menjamin siswa mencapai tujuan. Dari uraian tersebut
jelaslah bahwa strategi pembelajaran lebih luas daripada metode dan teknik
pembelajaran. Metode dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi. Pembelajaran.
Untuk lebih memperjelas perbedaan tersebut, ikutilah contoh Berikut.
Dalam
suatu Satuan Acara Perkuliahan (SAP) untuk mata kuliah “Metode-metode Mengajar
bagi Mahasiswa Program Akta Mengajar”, Terdapat suatu rumusan tujuan khusus
pembelajaran sebagai berikut “Mahasiswa calon guru diharapkan dapat
mengidentifikasi minimal empat Bentuk diskusi sebagai metode mengajar”.
Strategi yang dipilih untuk Mencapai tujuan tersebut, misalnya berikut ini.
a.
Mahasiswa diminta mengemukakan empat
bentuk diskusi yang pernah Dilihatnya, secara kelompok.
b.
Mahasiswa diminta membaca dua buah buku
tentang bentuk-bentuk Diskusi dari beberapa buku.
c.
Mahasiswa diminta mendemonstrasikan
cara-cara berdiskusi sesuai Dengan bentuk yang dipelajari, sedangkan kelompok
yang lain mengamati Sambil mencatat kekurangan-kekurangannya untuk didiskusikan
setelah Demonstrasi selesai.
d.
Mahasiswa diharapkan mencatat hasil
diskusi kelas.Dari contoh tersebut dapat dilihat bahwa kegiatan nomor c dan d
adalah Teknik pembelajaran, dengan menggunakan metode demonstrasi dan diskusi.
Seluruh kegiatan tersebut di atas merupakan strategi yang disusun guru untuk
Mencapai tujuan pembelajaran. Dalam mengatur strategi, guru dapat memilih
Berbagai metode, seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi.
Berbagai media, seperti film, VCD, kaset audio, dan gambar, dapat Digunakan
sebagai bagian dari teknik-teknik yang dipilih oleh guru.
Pengertian strategi pembelajaran menurut Mujiono
adalah suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai
sasaran yang telah ditentukan. Dihubungkan dengan pembelajaran, strategi bisa
diartikan sebagai pola-pola umum kegiatan pengajar dan peserta didik dalam
mewujudkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah digariskan.
Ada empat strategi dasar dalam pembelajaran, yaitu mengidentifikasi apa yang
diharapkan, memilih sistem pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Dengan
demikian, strategi pembelajaran pada dasarnya adalah tindakan nyata dari guru
atau praktek guru melaksanakan pengajaran melalui cara tertentu, yang dinilai
lebih efektif dan lebih efisien. Dengan perkataan lain strategi pembelajaran
adalah taktik yang digunakan guru dalam melaksanakan/praktek mengajar dikelas.
Taktik atau tindakan tersebut hendaknya mencerminkan langkah-langkah secara
sistemik dan sistematik. Sistemik mengandung pengertian bahwa setiap komponen
belajar mengajar saling berkaitan satu sama lain sehingga terorganisasikan
secara terpadu dalam mencapai tujuan. Sedangkan sistematik mengandung
pengertian,bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru pada waktu mengajar
berurutan secara bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru pada waktu mengajar berurutan
secara rapi dan logis sehingga mendukung tercapainya tujuan. Ada tiga hal pokok
yang harus diperhatikan guru dalm melaksanakan strategi pembelajaran. Pertama
adalah tahapan mengajar, kedua adalah penggunaan model atau pendekatan mengajar
dan ketiga penggunaan prinsip mengajar.Strategi pembelajaran menunjukkan pada
penanaman nilai keislaman yang abstrak dari seramgkaian tindakan guru dalam
melaksanakan proses pengajaran, artinya strategi pembelajaran merupakan
tindakan nyata atau taktik guru dalam melaksanakan proses pengajaran
berdasarkan rambu-rambu yang telah digunakan menurut pemahaman bagi anak didik,
sehingga dpat dinilai efektif dan efisien. Dari uraian di atas dapat
disimpulkan bahwa strategi belajar mengajar adalah taktik kegiatan guru secara
terprogram dalam pembelajaran, untuk menjadikan siswa belajar secara aktif dan
memahami apa yang diajarkan, yang menekankan pada penyediaan sumber belajar
yang terarah secara maksimal serta merubah tingkah laku peserta didik dan
menciptakan relasi yang bersifat mendidik, sehingga peserta didik mampu
berkembang secara optimarapi dan logis sehingga mendukung tercapainya tujuan.
Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan guru dalm
melaksanakan strategi pembelajaran. Pertama adalah tahapan mengajar, kedua adalah
penggunaan model atau pendekatan mengajar dan ketiga penggunaan prinsip
mengajar. Strategi pembelajaran menunjukkan pada penanaman nilai keislaman yang
abstrak dari seramgkaian tindakan guru dalam melaksanakan proses pengajaran,
artinya strategi pembelajaran merupakan tindakan nyata atau taktik guru dalam
melaksanakan proses pengajaran berdasarkan rambu-rambu yang telah digunakan
menurut pemahaman bagi anak didik, sehingga dpat dinilai efektif dan efisien.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi belajar mengajar adalah
taktik kegiatan guru secara terprogram dalam pembelajaran, untuk menjadikan
siswa belajar secara aktif dan memahami apa yang diajarkan, yang menekankan
pada penyediaan sumber belajar yang terarah secara maksimal serta merubah
tingkah laku peserta didik dan menciptakan relasi yang bersifat mendidik,
sehingga peserta didik mampu berkembang secara optimal.
Di dalam belajar perlu adanya aktivitas, sebab pada
prinsipnya belajar itu Adalah berbuat, “learning by doing”. Aktivitas merupakan
prinsip atau asas yang Sangat penting di dalam interaksi belajar mengajar.
Tanpa aktivitas, proses belajar Mengajar tidak mungkin berlangsung dengan baik.
Aktivitas
belajar dapat digolongkan sebagai berikut:
1.
Visual activities, yang termasuk di
dalamnya misalnya, membaca, Memerhatikan gambar, demonstrasi, percobaan,
pekerjaan orang lain.
2.
Oral activities, seperti: menyatakan,
merumuskan, bertanya, memberi Saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan
wawancara, diskusi, interupsi.
3.
Listening activities, sebagai contoh
mendengarkan: uraian, percakapan, Diskusi, musik, pidato.
4.
Writing activities, seperti misalnya
menulis cerita, karangan, laporan, Angket, menyalin.
5.
Drawing activities, misalnya: menggambar,
membuat grafik, peta, diagram.
6.
Motor activities, yang termasuk di
dalamnya antara lain: melakukan Percobaan, membuat konstruksi, model
mereparasi, bermain, berkebun, Beternak.
7.
Mental activities, sebagai contoh
misalnya: menanggapi, mengingat, Memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan,
mengambil keputusan.
8.
Emotional activities, seperti misalnya,
menaruh minat, merasa bosan, Gembira, bersemangat, bergairah, berani, tenang,
gugup
Belajar berarti proses perubahan tingkah laku pada
peserta didik akibat adanya Interaksi antara individu dan lingkungannya melalui
pengalaman dan latihan. Perubahan ini terjadi secara menyeluruh, menyangkut
aspek kognitif, efektif, dan Psikomotor. Belajar merupakan aktivitas yang
disengaja dan dilakukan oleh individu agar Terjadi perubahan kemampuan diri,
dengan belajar anak yang tadinya tidak mampu Melakukan sesuatu, menjadi mampu
melakukan sesuatu, atau anak yang tadinya tidak Terampil menjadi terampil.
Belajar adalah proses mental dan emosional atau proses berpikir dan Merasakan.
Seseorang dikatakan belajar apabila pikiran dan perasaanya aktif. Aktivitas
pikiran dan perasaan itu sendiri tidak dapat diamati orang lain, akan tetapi
Dirasakan oleh yang bersangkutan sendiri. Guru tidak dapat melihat aktivitas
pikiran Dan perasaan siswa. Guru melihat dari kegiatan siswa sebagai akibat
adanya aktivitas Pikiran dan perasaan siswa, sebagai contoh: siswa bertanya,
menanggapi, menjawab Pertanyaan guru, diskusi, memecahkan permasalahan,
melaporkan hasil kerja, Membuat rangkuman, dan sebagainya. Itu semua adalah gejala
yang tampak dari Aktivitas mental dan emosional siswa.
Peserta didik adalah subjek utama dalam pendidikan.
Dialah yang belajar Setiap saat. Belajar peserta didik tidak mesti harus selalu
berinteraksi dengan guru Dalam proses interaksi belajar mengajar. Dia juga bisa
belajar mandiri tanpa harus Menerima pelajaran dari guru di sekolah. Bagi
peserta didik, belajar seorang diri Merupakan kegiatan yang dominan. Setelah
pulang sekolah, anak didik harus belajar Di rumah. Mereka mungkin menyusun
jadwal belajar pada malam, pagi atau sore hari. Demikianlah, peserta didik
selalu belajar dengan jadwal belajar yang telah Diprogramkan. Disekolah,
peserta didik belajar menurut gaya masing-masing. Perilaku peserta didik
bermacam-macam dalam menerima pelajaran dari guru. Hal yang perlu
dipertimbangkan dalam memilih dan menentukan strategi pembelajaran yang tepat
adalah peserta didik. Hal ini disebabkan adanya perbedaan latar belakang dari
masing-masing peserta didik, seperti lingkungan sosial, lingkungan budaya, gaya
belajar, keadaan ekonomi, dan tingkat kecerdasan.